Minggu, 25 November 2012

DANBO HISTORY :')

I'm not so good in English. But i'll try to improve :) So, enjoy my story. 
Once upon a time.... there was a cute little box named Danbo. 
He love his girlfriend named Lyla *i name it by myself k* Everyday, he will give her a flower..
After a few months, Danbo went to Paris to study.
He miss Lyla so much. He keeps calling Lyla everyday, but she always said that she's busy working.
He open his Instagram to see what's new. And he saw.....Lyla with somebody else ! It's a boy. Danbo think for a while.. 'Lyla doesnt have a brother nor a father. Her father's dead. Who could it be?'. Danbo doesnt think badly. 'Maybe her friend.'
Year by year past. Danbo graduated from his study. He want to go back and meet Lyla because he miss her so much. The aeroplane's waiting. He hug his friends. "I will miss you guys. Call me okay!" says Danbo. Danbo get in the aeroplane. The aeroplane's getting higher and higher from the ground. After a few hours, the aeroplane land back..He get out of the aeroplane.. He really miss London. He text Lyla,"I'm back my dear! I'm at the Airport. Will you come and meet me ? ♥ :)".. After a while, Lyla replied,"I'm sorry dear. I have to follow my mother.. She wants to shopping at the mall. Sorry !". Danbo is abit disappointed. 
Danbo drive went to his parent's house. And then, he shocked..He get out from the car..He saw.......
Lyla holding hands with the boy in the picture in Instagram... He was really shocked and totally speechless.
Rain start coming down from the sky. Danbo left his car at the parking lot. He walk..and walk..and walk while crying. His tears fell down through his cheaks. After a while, the rain stoped. 
Danbo fell down.. He really speechless and sad. While he studying at Paris, Lyla cheat him. He cry and cry and keep crying ! After a few minutes past, a motor scooter stopped a few centimetres infront of him. 
The girl look at him.. She get down from her motor scooter and help Dunbo get up. She take Danbo to her house. She dry up Danbo using a dry towel.
She takes another dry towel and put it on Dunbo's head. Dunbo ask,"What is your name? And you are a?". The girl reply,"My name is Serafina. I'm a nurse..Whats your's?" Serafina ask back. "I'm Danbo. I just graduated.", Danbo reply. "I see.Nice to meet you Danbo !"
After Danbo finish his shower he lie down on the bed.
Serafina put a insulin beside him, and put a wet towel at his forehead. After finish, Serafina go to the kitchen to make some food.
Tears getting down from his eyes, once again. Not because of Lyla, it because of Serafina, he touched !
Weeks by weeks.. Danbo staying at Serafina's house..
Danbo had became a doctor with Serafina's help. They became a bestfriend.. Everyday, they goes home together..
One day, Danbo go out alone. It's Serafina's birthday ! He want to buy a cake and a present for Serafina.
'Lalalalala~' Danbo sing.
Danbo went to the market.. He's looking for some glutinous rice, raw fishes, and some dry seaweed. He want to make sushi.
And then he go to the bakery. He buy a Vanilla Cake with Strawberry Topping. He want to buy a camera for Serafina.
'It's so expensive' Danbo say sadly. 'Nevermind, i will do anything for her!' 
He takes the camera and go to the counter. He pay $450 to the man. Then, he go home. Serafina's not home yet. Maybe still working. Danbo go to the kitchen and prepair the sushi. 
'All done!' Danbo talking to his self. 
Tok tok tok...Serafina knocking the door. 'Coming!' Danbo shout. He open the door.
"SURPRISE!" say Danbo.
Serafina surprised. "Did you take M/C because want to do all of this?" ask Serafina. "Yeah, all because i want to do all of this.. For YOU :)" Danbo smile.."Thank you, Danbo!" 
'Oh by the way, this is your cake, and your present. I hope you like it.' "Thankyou DANBO!" shout Serafina loudly. "Do you want me to be deaf or what? Hahahaha" Danbo joking.
"WOW, is that SUSHI? You made this by yourself?" "Ouh that. Yeah ! Want some? Let me. Open your mouth.. Aaaa.." Danbo say. "Aaaa :O" Serafina open her mouth.. "Um nyum nyum nyum.. Yummy!" Serafina ate the sushi. "Wow,, you're talented in cooking. Better you be a chef, i think you restaurant will be famous." " Hey, i became a doctor because of you. Not because i want to." "Oh really? So, why do you follow what i said ?" "Because it's free education :p Hahaha!" "Oh please..." Serafina give in.
 ~~FEW MONTH~~
"I love you till my last breath" "Me too Danbo" ^^
They go to Hawaii for honeymoon. *no photo ;D*

~~A YEAR PAST~~
Their First Baby ♥ Harry ♥ 
Getting out together with 1 years old Harry ! *Serafina is still pregnant*
~~2 MONTH PAST~~
~A YEAR~~
2 years old Mell being his father's model ♥
Mell the Princess ♥
They bought two new camera before going holiday!
Harry and Mell first vacation ♥ 
Harry in the hotel's room. Just woke up XD
Harry's having Chipsmore for breakfast ! Nyum nyum~!
The husband and wife eating breakfast together ! How sweet~Mell's still sleeping xD 
Guess who is this? Its Mell ! xD

HOLIDAY INYIMINYI




YOU

You did it again
You did hurt my heart
I don’t know how many times
You… I don’t know what to say
You’ve made me so desperately in love
And now you let me down
You said you’d never lie again
You said this time would  be so right
But then I found you were lying there by her side
Reff: You.. You turn my whole life so blue
Drowning me so deep,  I just can reach myself again
You.. Successfully tore myheart
Now it’s only pieces
Nothing left but pieces of you
You frustated me with this love
I’ve been trying to understand
You know i’m trying i’m trying
You.. I don’t know what to say
You’ve made me so desperately in love
And now you let me down

SAYA




PENGORBANAN IBU

Apa yang paling dinanti seorang wanita yang baru saja menikah ?
Sudah pasti jawabannya adalah : k-e-h-a-m-i- l-a-n.
Seberapa jauh pun jalan yang harus ditempuh, Seberat apa pun langkah yang mesti diayun, Seberapa lama pun waktu yang harus dijalani, Tak kenal menyerah demi mendapatkan satu kepastian dari seorang bidan: p-o-s-i-t-i- f.

Meski berat, tak ada yang membuatnya mampu bertahan hidup kecuali benih dalam kandungannya. Menangis, tertawa, sedih dan bahagia tak berbeda baginya, karena ia lebih mementingkan apa yang dirasa si kecil di perutnya. Seringkali ia bertanya : menangiskah ia? Tertawakah ia? Sedihkah atau bahagiakah ia di dalam sana? Bahkan ketika waktunya tiba, tak ada yang mampu menandingi cinta yang pernah diberikannya, ketika itu mati pun akan dipertaruhkannya asalkan generasi penerusnya itu bisa terlahir ke dunia. Rasa sakit pun sirna, ketika mendengar tangisan pertama si buah hati, tak peduli darah dan keringat yang terus bercucuran.

Detik itu, sebuah episode cinta baru saja berputar. Tak ada yang lebih membanggakan untuk diperbincangkan selain anak. Tak satu pun tema yang paling menarik untuk didiskusikan bersama rekan sekerja, teman sejawat, kerabat maupun keluarga, kecuali anak.

Si kecil baru saja berucap "Ma?" segera ia mengangkat telepon untuk mengabarkan ke semua yang ada di daftar telepon. Saat baru pertama berdiri, ia pun berteriak histeris, antara haru, bangga dan sedikit takut si kecil terjatuh dan luka.

Hari pertama sekolah adalah saat pertama kali matanya menyaksikan langkah awal kesuksesannya. Meskipun disaat yang sama, pikirannya terus menerawang dan bibirnya tak lepas berdoa, berharap sang suami tak terhenti rezekinya. Agar langkah kaki kecil itu pun tak terhenti di tengah jalan. "Demi anak", "Untuk anak", menjadi alasan utama ketika ia berada di pasar berbelanja keperluan si kecil.

Saat ia berada di pesta seorang kerabat atau keluarga dan membungkus beberapa potong makanan dalam tissue. Ia selalu mengingat anaknya dalam setiap suapan nasinya, setiap gigitan kuenya, setiap kali hendak berbelanja baju untuknya. Tak jarang, ia urung membeli baju untuk dirinya sendiri dan berganti mengambil baju untuk anak. Padahal, baru kemarin sore ia membeli baju si kecil.

Meski pun, terkadang ia harus berhutang. Lagi-lagi atas satu alasan, demi anak. Di saat pusing pikirannya mengatur keuangan yang serba terbatas, periksalah catatannya. Di kertas kecil itu tertulis: 1. Beli susu anak; 2. Uang sekolah anak. Nomor urut selanjutnya baru kebutuhan yang lain. Tapi jelas di situ, kebutuhan anak senantiasa menjadi prioritasnya. Bahkan, tak ada beras di rumah pun tak mengapa, asalkan susu si kecil tetap terbeli. Takkan dibiarkan si kecil menangis, apa pun akan dilakukan agar senyum dan tawa riangnya tetap terdengar.

Ia menjadi guru yang tak pernah digaji, menjadi pembantu yang tak pernah dibayar, menjadi pelayan yang sering terlupa dihargai, dan menjadi babby sitter yang paling setia. Sesekali ia menjelma menjadi puteri salju yang bernyanyi merdu menunggu suntingan sang pangeran. Keesokannya ia rela menjadi kuda yang meringkik, berlari mengejar dan menghalau musuh agar tak mengganggu. Atau ketika ia dengan lihainya menjadi seekor kelinci yang melompat-lompat mengelilingi kebun, mencari wortel untuk makan sehari-hari. Hanya tawa dan jerit lucu yang ingin didengarnya dari kisah-kisah yang tak pernah absen didongengkannya. Kantuk dan lelah tak lagi dihiraukan, walau harus menyamarkan suara menguapnya dengan auman harimau. Atau berpura-pura si nenek sihir terjatuh dan mati sekadar untuk bisa memejamkan mata barang sedetik. Namun, si kecil belum juga terpejam dan memintanya menceritakan dongeng ke sekian. Dalam kantuknya, ia pun terus mendongeng.

Tak ada yang dilakukannya di setiap pagi sebelum menyiapkan sarapan anak-anak yang akan berangkat ke sekolah. Tak satu pun yang paling ditunggu kepulangannya selain suami dan anak-anak tercinta. Serta merta kalimat, "sudah makan belum?" tak lupa terlontar.

saat baru saja memasuki rumah. Tak peduli meski si kecil yang dulu kerap ia timang dalam dekapannya itu, sekarang sudah menjadi orang dewasa yang bisa saja membeli makan siangnya sendiri di Sekolahnya.

Hari ketika si anak yang telah dewasa itu mampu mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya, untuk menentukan jalan hidup bersama pasangannya, siapa yang paling menangis? Siapa yang lebih dulu menitikkan air mata? Lihatlah sudut matanya, telah menjadi samudera air mata dalam sekejap. Langkah beratnya ikhlas mengantar buah hatinya ke kursi pelaminan. Ia menangis melihat anaknya tersenyum bahagia dibalut gaun pengantin. Di saat itu, ia pun sadar, buah hati yang bertahun-tahun menjadi kubangan curahan cintanya itu tak lagi hanya miliknya. Ada satu hati lagi yang tertambat, yang dalam harapnya ia berlirih, "Masihkah kau anakku?"

Saat senja tiba. Ketika keriput di tangan dan wajah mulai berbicara tentang usianya. Ia pun sadar, bahwa sebentar lagi masanya kan berakhir. Hanya satu pinta yang sering terucap dari bibirnya, "Bila ibu meninggal, ibu ingin anak-anak ibu yang memandikan. Ibu ingin dimandikan sambil dipangku kalian". Tak hanya itu, imam shalat jenazah pun ia meminta dari salah satu anaknya. "Agar tak percuma ibu mendidik kalian menjadi anak yang shalih & shalihat sejak kecil," ujarnya.

Duh ibu, semoga saya bisa menjawab pintamu itu kelak. Bagaimana mungkin saya tak ingin memenuhi pinta itu? Sejak saya kecil ibu telah mengajarkan arti cinta sebenarnya. Ibulah madrasah cinta saya, Ibulah sekolah yang hanya punya satu mata pelajaran, yaitu "cinta". Sekolah yang hanya punya satu guru yaitu "pecinta". Sekolah yang semua murid-muridnya diberi satu nama: "anakku tercinta"
Pasang Behel Itu Tidak Mudah
diketahui juga bahwa pemasangan behel tidak semudah bayangan orang. Karena diperlukan prosedur yang sangat hati-hati, melalui proses pemeriksaan, foto susunan gigi, hingga membuat cetakan gigi pasien agar diketahui bagian-bagian yang memang memerlukan perbaikan. Selain itu, pemasangan behel memang harus dilakukan kepada ahlinya, agar tidak menimbulkan efek samping.

Bahaya Memasang Behel
Bahaya / efek buruk yang muncul setelah memasang behel diantaranya, kawat gigi bisa merusak posisi gigi.Tulang yang memegang gigi akan rusak dan bisa membuat gigi goyang. Hal ini merupakan kerugian besar yang tidak bisa dibayar, karena gigi kalau sudah goyang tidak bisa dicekat lagi.